Mungkin banyak yang udah tau siapa Goo Hye Sun itu. Yap, dia adalah pemain utama perempuan dalam drama Korea, Boys Before Flower, Geum Jan Di. Aku bisa bilang dia cewek paling supermultitalent di Korea, yah dia itu emang jago ngapa-ngapain, termasuk nulis novel yang berjudul Tango ini. Aku bisa bilang novel ini berat, jadi yang cuma pengen nikmatin romance-romance dengan penuh alur yang jelas, alur yang standar/cepat silahkan menjauhi novel ini. Karena novel ini jauh dari yang kalian harapkan.
Aku awalnya emang agak kaget dengan konsep novel yang 'beda' daripada yang lainnya, agak berat baca ini karena harus mendalami setiap kata-katanya Goo Hye Sun yang disampaikan, juga dengan alurnya yang begitu lambat (tapi masih mending daripada Angels & Demons-nya Dan Brown), tapi bagiku hal ini menjadi poin lebih yang dimiliki Tango. Setelah 'down' baca awalnya, nggak kerasa kamu akan mengalir terus sampai terakhir.
Ceritanya simpel, sangat simpel. Novelnya juga gak begitu membentuk cerita yang 'utuh' gak kayak novel-novel yang sering kita jumpai. Intinya itu 'Sebenernya, cinta itu bagaimana?'. Pengarang asal Korea Selatan itu mengajak kita untuk melihat cinta, kenyataan, dan kedewasaam yang berjalan beriringan dari segi banyak orang. Bagi penggemar sudut pandang orang pertama, novel ini bagus sekali. Kalo aku pernah bilang The Moon that Embraces the Sun punya banyak quotes, novel Tango lebih banyak lagi. Jelas. Karena bagiku novel ini malah kayak semacam self-improvement.
Secara subjektif, menurutku novel ini berharga sekali karena mengajarkan banyak sekali pelajaran tentang kedewasaan di dalamnya. Dan membuat mengerti juga bahwa waktu tidak bisa kita hindari, begitupun kenyataan. Aku merasa karakter novel ini pas sekali sama aku yang sampai sekarang masih suka menyalahkan waktu, menghindari kenyataan, membenci kedewasaan, selalu merasa semuanya sudah benar dan yang terbaik bagi orang lain padahal tidak, dll, hehe. Jadi bacanya merasa kayak disindir gitu._. Tapi yah, sekarang aku jadi tahu kalo itu gak baik:3
Tentang penggambaran karakter sih oke-oke aja, gak jelek, tapi gak bagus banget juga, tapi tetep di atas rata-rata. Gimana orang yang gay, gimana orang yang mapan tapi gak bahagia, gimana orang yang selalu ingin menghindar, gimana orang yang selalu menerima kenyataan adalah sebuah hal yang pahit, gimana orang yang selalu ceria dan tetap polos menjalani kehidupan yang serba sulit. Aku suka banget sama penggambaran tokoh terakhir. Sayangnya............................ *spoiler*
Hehehe. Selain pinter akting, bikin novel, nyanyi, jadi produser drama, dia juga pinter melukis. Karya-karya lukisan Goo Hye Sun menghiasi bagian-bagian novel ini, jadi ya gak sepet liat tulisan terus. Aku akui, lukisannya keren banget. Si Goo Hye Sun khusus ngelukis buat novel ini, jadi berasa soundtrack tapi gambar. Keren abis deh.
Overall, aku bisa bilang novel ini poin 4,75/5 haha. Kalau mau nulis 5/5, jadi bingung, kan gak ada yang sempurna. Poin minusnya itu mungkin cuma bab awal yang rodok berbelit-belit. Tapi novel ini memang oke bagi kamu yang suka mikir dan memahami :D




0 comments:
Post a Comment